Tag: restoran

Kedai Nasi Goreng Terbaik yang Bisa Anda Kunjungi Di Jakarta!

Tak ada yang bisa menolak kelezatan sepiring nasi goreng hangat dengan aroma khas yang langsung menggoda selera. Di Jakarta, hidangan sederhana ini telah berevolusi menjadi primadona kuliner dengan ragam rasa dan gaya penyajian. Mulai dari racikan pedagang kaki lima yang legendaris hingga versi modern yang tampil menggoda di kedai kekinian.

Baik untuk sarapan cepat, makan malam yang mengenyangkan, atau sekadar mengobati rindu pada cita rasa rumahan, nasi goreng tetap menjadi pilihan favorit lintas generasi. Jika Anda sedang mencari tempat makan untuk menikmati sepiring nasi goreng terbaik di ibu kota. Berikut adalah deretan rekomendasi kedai nasi goreng terenak di Jakarta yang layak masuk dalam daftar kunjungan Anda.

 

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Terletak di kawasan Jakarta Pusat, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih telah menjadi salah satu ikon kuliner yang melegenda sejak tahun 1958. Tempat ini dikenal luas karena racikan nasi gorengnya yang kaya aroma rempah. Serta potongan daging kambing yang melimpah dalam setiap porsinya.

Tak heran jika warung ini selalu dipadati pecinta kuliner, baik dari warga lokal hingga wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas yang sulit ditandingi. Salah satu keunikan lainnya adalah porsi jumbo yang ditawarkan. Sangat cocok untuk disantap bersama atau bagi mereka yang punya selera makan besar. Untuk menikmati seporsi nasi goreng ini, siapkan budget sekitar Rp40.000 hingga Rp60.000.

Jika Anda sedang menginap di kawasan pusat kota seperti Bobopod Thamrin. Anda tak perlu khawatir soal urusan kuliner malam. Lokasi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih hanya berjarak sekitar 4 km dari penginapan. Menjadikannya destinasi kuliner yang mudah dijangkau kapan saja, terutama saat lapar melanda di malam hari.

 

Nasi Goreng Gila Gondrong Obama

Nasi Goreng Gila Gondrong Obama adalah salah satu tempat makan kaki lima yang paling legendaris di Jakarta Pusat. Tepatnya berlokasi di Jalan Besuki, Menteng. Warung ini dikenal luas bukan hanya karena rasanya yang khas. Tapi juga karena pernah disinggahi oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Semasa kecil saat bersekolah di SD Negeri 01 Menteng yang terletak tepat di seberangnya. Tak heran jika kata “Obama” disematkan pada nama warung ini sebagai daya tarik ikonik.

Warung ini juga dikenal sebagai salah satu pelopor nasi goreng gila, yaitu varian nasi goreng dengan topping berlimpah. Seperti tumisan bakso, ayam suwir, dan sayuran, dimasak dengan bumbu manis dan gurih yang menggoda. Cita rasanya yang khas membuat warung ini selalu ramai, terutama di malam hari.

Dengan harga mulai dari Rp25.000-an, tempat ini menawarkan cita rasa yang memuaskan tanpa menguras dompet. Tak heran, rating Google Reviews-nya mencapai 4,2 dari 5 dengan lebih dari 1.600 ulasan — bukti bahwa warung ini tetap jadi favorit banyak orang, dari warga lokal hingga wisatawan.

 

Nasi Goreng Bistik Kang Ajie

Jika Anda sedang mencari pengalaman kuliner yang sedikit berbeda dari nasi goreng pada umumnya, Nasi Goreng Bistik Kang Ajie patut untuk dicoba. Menu andalan di sini adalah nasi goreng yang disajikan dengan pilihan bistik sapi atau ayam, menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis yang harmonis dan menggoda.

Keistimewaan lainnya terletak pada opsi tambahan sambal yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari sambal matah hingga sambal rica-rica, setiap kombinasi memberikan sensasi rasa yang berbeda, membuat pengalaman menyantap nasi goreng semakin kaya.

Dengan harga mulai dari Rp30.000, tempat makan ini menjadi destinasi menarik bagi pencinta nasi goreng yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Lokasinya pun mudah dijangkau, cocok untuk Anda yang mencari nasi goreng enak terdekat dengan rasa yang tidak biasa.

BACA JUGA: Restoran Vegetarian Terbaik di Jakarta, Menyajikan Makanan Vege yang Lezat dan Bergizi

Rekomendasi Tempat Makan Pempek yang Sudah Melegenda di Palembang!

Palembang tak hanya terkenal dengan Jembatan Ampera yang ikonik, tetapi juga dengan kekayaan kuliner yang menjadi bagian dari identitas kota—dan pempek adalah bintangnya. Teksturnya yang kenyal, dipadukan dengan kuah cuko khas yang pedas-manis, menjadikan pempek lebih dari sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Di balik cita rasanya yang autentik, terdapat deretan tempat makan pempek legendaris yang telah berdiri puluhan tahun. Dan tetap jadi favorit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Jika Anda berkunjung ke Palembang, siapkan lidah dan perut untuk petualangan rasa yang tak terlupakan. Berikut ini adalah rekomendasi tempat makan pempek terbaik yang wajib Anda singgahi saat berada di kota ini.

 

Pempek Saga Sudi Mampir

Pempek Saga Sudi Mampir telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Palembang sejak tahun 1961. Kini dikelola oleh generasi ketiga, warung pempek legendaris ini tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa otentiknya. Dengan tiga cabang yang tersebar di titik strategis kota Palembang. Tempat ini tak pernah sepi pengunjung, baik dari warga lokal maupun wisatawan.

Salah satu keunikan yang ditawarkan adalah konsep dapur terbuka, yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pembuatan pempek — sebuah bentuk transparansi sekaligus daya tarik tersendiri.

Dua menu andalan di sini adalah lenggang dan pempek panggang. Lenggang disajikan dengan cara tradisional: dipanggang dalam balutan daun pisang di atas bara arang, menciptakan aroma smoky yang menggoda. Menggunakan telur bebek sebagai bahan utama, lenggang ini memiliki rasa gurih yang khas dan tekstur yang lembut. Perpaduan antara kenyalnya adonan, aroma panggangan, dan gurihnya ebi menjadikan hidangan ini pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

 

Pempek Nony 168

Jika Anda sedang berburu pempek enak di Palembang. Pempek Nony 168 adalah salah satu tempat yang wajib masuk daftar kunjungan. Tempat makan ini menawarkan beragam pilihan pempek klasik yang menggugah selera. Mulai dari pempek telur kecil, lenjer kecil, adaan, kulit, hingga berbagai varian lainnya yang tak kalah lezat.

Untuk memudahkan pelanggan, tersedia juga menu paket dengan porsi beragam. Dari ukuran kecil hingga besar — cocok dinikmati sendiri maupun bersama keluarga. Saat ini, Pempek Nony 168 telah memiliki beberapa cabang di kota Palembang. Dengan gerai paling populer berlokasi di kawasan Sudirman, yang kerap menjadi destinasi utama para wisatawan.

 

Pempek Beringin

Pempek Beringin adalah salah satu toko pempek legendaris di Palembang yang wajib dikunjungi. Dikenal sejak tahun 1970, tempat ini menyajikan pempek dengan cita rasa autentik yang konsisten hingga kini. Dengan suasana yang rapi, bersih, dan nyaman, Pempek Beringin menjadi pilihan tepat untuk bersantap bersama keluarga besar atau rombongan wisatawan.

Gerai utamanya terletak di Jalan Rajawali, sebuah kawasan kuliner yang juga menjadi rumah bagi beberapa tempat makan pempek terkenal lainnya. Di sini, Anda dapat menikmati aneka pempek favorit seperti lenjer, kulit, adaan, dan kapal selam, semua disajikan dengan kuah cuko yang khas.

 

Tak hanya itu, Pempek Beringin juga menawarkan menu lain seperti lenggang, otak-otak, pempek panggang, tekwan, hingga mi celor, menjadikannya destinasi kuliner lengkap yang menyatukan ragam hidangan khas Palembang dalam satu tempat.

BACA JUGA: Kedai Nasi Goreng Terbaik yang Bisa Anda Kunjungi Di Jakarta!

Sejarah Awal Mula Munculnya Ayam Geprek yang Hingga Saat ini Populer

Pedas, renyah, dan selalu berhasil menggoyang lidah — ayam geprek bukan sekadar makanan, tapi fenomena kuliner yang dicintai lintas generasi. Di balik kesederhanaannya, yaitu ayam goreng tepung yang digeprek bersama sambal, tersimpan kisah menarik tentang kreativitas, selera, dan budaya makan khas Indonesia.

Tak hanya digemari oleh berbagai kalangan, ayam geprek juga mencerminkan fleksibilitas kuliner lokal: mudah dikreasikan, terjangkau, dan memanjakan pecinta rasa pedas. Berawal dari warung kaki lima, popularitasnya terus meroket hingga menjadi menu wajib di berbagai kota besar dan bahkan menembus pasar mancanegara. Bagaimana perjalanan hidangan ini bisa begitu luar biasa? Inilah cerita di balik lahirnya hidangan ini dan bagaimana ia menjelma menjadi salah satu ikon kuliner paling populer di Indonesia.

 

Sejarah Singkat

Banyak sumber menyebut bahwa ayam geprek pertama kali muncul di Yogyakarta. Kota pelajar yang dikenal dengan kreativitas kulinernya. Sekitar tahun 2003, seorang penjual makanan bernama Ibu Ruminah — atau yang akrab disapa Bu Rum. Memulai inovasi sederhana namun ikonik di sebuah warung makan di kawasan Papringan, area yang ramai oleh mahasiswa.

Awalnya, Bu Rum hanya menjual menu seperti lotek dan soto. Seiring waktu, ia menambahkan ayam goreng tepung bergaya “Kentucky” ke dalam menunya karena banyak digemari mahasiswa. Suatu hari, seorang mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah. Memesan ayam goreng tersebut dan meminta agar ayamnya diulek bersama sambal agar lebih mudah dimakan. Ide itu ternyata disukai banyak pembeli lain, dan pesanan serupa pun mulai bermunculan. Makanan ini sempat dikenal dengan sebutan “ayam gejrot” atau “ayam ulek” sebelum akhirnya Bu Rum menamainya ayam geprek. Istilah yang lebih mudah diingat dan menggambarkan proses penyajiannya.

Dari sinilah, ayam geprek mulai dikenal luas, dan Bu Rum pun diakui sebagai pelopor serta pencipta resep makanan tersebut paling otentik di Indonesia.

 

Perkembangannya Hingga Sekarang

Tak disangka, varian ayam goreng yang dilumat bersama sambal ini berhasil mencuri perhatian banyak kalangan — mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Melihat antusiasme tersebut, Ibu Ruminah pun membuka warung Ayam Geprek Bu Rum, yang kini telah berkembang menjadi enam cabang yang tersebar di berbagai wilayah Yogyakarta.

Fenomena ayam geprek semakin mencuat ketika mulai merambah Jakarta sekitar tahun 2017. Sejak saat itu, warung makan yang menawarkan ayam goreng tepung dengan sambal ulek mulai menjamur di berbagai kota di Indonesia. Meski demikian, banyak varian hidangan ini di luar Yogyakarta yang belum sepenuhnya menyerupai versi aslinya. Umumnya, ayam hanya disajikan seperti ayam penyet berbalut tepung, bukan benar-benar “digeprak” hingga lumat seperti konsep awalnya.

Itulah asal-usul ayam geprek — menu sederhana yang kini menjelma menjadi salah satu ikon kuliner nasional. Bagaimana dengan Anda? Termasuk tim pecinta ayam geprek juga, bukan?

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Makan Pempek yang Sudah Melegenda di Palembang!

Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan Ayam Terbaik di Jakarta

Jakarta adalah surga kuliner, tempat di mana selera bertemu kreativitas — dan salah satu hidangan yang selalu jadi primadona adalah olahan ayam. Mulai dari ayam goreng renyah yang menggoda hingga ayam panggang dengan bumbu khas Nusantara, ibu kota punya beragam pilihan yang memanjakan lidah.

Baik Anda seorang pencinta ayam sejati atau hanya ingin mencicipi sajian ayam terbaik di kota, daftar rekomendasi restoran ayam berikut wajib masuk dalam radar kuliner Anda. Nikmati pengalaman menyantap ayam dalam berbagai versi, rasa, dan gaya penyajian yang dijamin bikin ketagihan.

 

Ayam Goreng Karawaci

Siapa yang sudah pernah mencicipi kelezatan Ayam Goreng Karawaci? Restoran satu ini memang sudah terkenal dengan cita rasanya yang khas dan menggugah selera. Tak heran jika outletnya bisa ditemukan di beberapa titik strategis Jakarta. Bagi Anda yang bekerja di kawasan Sudirman, bisa langsung mampir ke cabangnya di Plaza Semanggi untuk menikmati sajian ayam goreng legendaris ini.

Ayamnya digoreng hingga garing sempurna, menciptakan tekstur renyah di bagian luar namun tetap juicy di dalam. Rasanya gurih dengan balutan bumbu rempah yang meresap hingga ke serat daging. Yang membuatnya makin istimewa adalah sambalnya — pedasnya nendang dan bisa bikin keringatan! Dalam satu paket lengkap, Anda juga akan mendapatkan sayur asem segar dan lalapan, menambah keseimbangan rasa dalam setiap suapan. Kombinasi ini menjadikan Ayam Goreng Karawaci sebagai salah satu ayam goreng terenak yang wajib dicoba di Jakarta.

 

Ayam Goreng Kalasan Borobudur

Ayam Goreng Kalasan Borobudur menawarkan cita rasa yang sedikit berbeda dari ayam goreng enak lainnya di Jakarta. Sebelum digoreng, ayam terlebih dahulu dimasak dengan santan, sehingga bumbunya lebih meresap dan menghadirkan rasa gurih yang kaya hingga ke dalam tulang.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kremesan gurih yang melimpah. Teksturnya yang renyah menambah kenikmatan di setiap suapan, menciptakan pengalaman makan ayam goreng yang lebih seru. Sebagai pelengkap, Anda bisa memesan sayur asem segar untuk keseimbangan rasa, atau memilih nasi uduk bagi yang ingin menikmati sensasi yang lebih kaya dan autentik. Kombinasi ini menjadikan Ayam Goreng Kalasan Borobudur sebagai pilihan tepat bagi pencinta ayam goreng dengan rasa khas rumahan yang istimewa.

 

Ayam Bakar Mas Mono

Sedang mencari ayam bakar terenak di Jakarta? Ayam Bakar Mas Mono patut masuk dalam daftar kunjungan Anda. Dengan hampir 30 cabang yang tersebar di berbagai titik ibu kota, restoran ini sudah menjadi favorit banyak pecinta kuliner ayam. Rasanya pun tak mengecewakan — daging ayam yang empuk berpadu dengan bumbu yang meresap sempurna hingga ke dalam.

 

Salah satu menu andalannya adalah Ayam Bakar Geprek yang disajikan dengan sambal segar yang tampilannya saja sudah menggoda. Perpaduan rasa pedas dari sambal dan manis gurih dari ayam bakarnya menciptakan harmoni rasa yang pas di lidah, apalagi jika dinikmati bersama nasi hangat. Kombinasi sederhana ini justru menjadi kekuatan utama dari cita rasa khas Ayam Bakar Mas Mono — sederhana, namun selalu bikin ketagihan.

BACA JUGA: Sejarah Awal Mula Munculnya Ayam Geprek yang Hingga Saat ini Populer

Makanan Khas Indonesia Yang Kini Sudah Mendunia Bahkan Menjadi Salah Satu Makanan Terenak!

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, membentang dari Sabang hingga Merauke. Tak hanya digemari di dalam negeri, berbagai makanan khas Nusantara kini juga dikenal luas di kancah internasional, memikat para penikmat kuliner dunia dengan kelezatan dan keunikannya.

Beberapa hidangan bahkan dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Membuktikan bahwa cita rasa Indonesia mampu bersaing secara global. Kuliner Nusantara tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Mengukuhkan posisinya sebagai bagian penting dari warisan budaya yang patut dibanggakan.

 

Rendang

Siapa yang tak kenal rendang? Hidangan daging sapi khas Minangkabau ini telah mendunia dan sering disebut sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Dimasak perlahan dengan santan dan campuran rempah-rempah melimpah. Rendang menghasilkan rasa gurih, pedas, dan kaya akan aroma tradisional.

Kehadiran rendang begitu ikonik, hingga bisa ditemukan di hampir semua Rumah Makan Padang di seluruh Indonesia. Tak hanya sebagai makanan, rendang juga menjadi representasi budaya Minang yang sarat nilai—menggambarkan kesabaran, kekayaan rasa, dan tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi.

 

Nasi Goreng

Siapa yang tak kenal Nasi Goreng? Hidangan sederhana namun ikonik ini telah menjadi comfort food bagi banyak orang, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Dibuat dari nasi yang ditumis bersama bumbu khas, kecap manis, telur, dan berbagai lauk seperti ayam atau udang, Nasi Goreng selalu berhasil menggugah selera kapan pun disajikan—pagi, siang, atau malam.

Popularitasnya tak terbantahkan. Nasi Goreng sering menjadi menu andalan di restoran Indonesia di luar negeri, bahkan kerap diadaptasi dengan sentuhan lokal. Kelezatannya yang fleksibel dan mudah diterima berbagai lidah menjadikannya salah satu duta kuliner Indonesia yang paling mendunia—representasi sempurna dari kepraktisan dan kekayaan rasa Nusantara.

 

Pempek

Situs traveling dan kuliner internasional, TasteAtlas, pernah merilis daftar 100 makanan kaki lima terenak di dunia—dan pempek berhasil menempati posisi ke-4. Prestasi ini menegaskan popularitas dan kelezatan kuliner khas Palembang yang telah menarik perhatian dunia.

Pempek terbuat dari campuran ikan dan sagu, menghasilkan tekstur kenyal dan rasa gurih yang khas. Hidangan ini dapat dinikmati dalam bentuk rebus atau goreng, dan disajikan dengan kuah cuko—saus hitam pekat dengan cita rasa asam, manis, dan pedas yang menyatu sempurna dengan pempeknya. Keunikan serta warisan budaya yang melekat pada pempek bahkan membuatnya sempat diusulkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO oleh kementerian terkait.

BACA JUGA: Hidangan Seafood Terbaik Di Dunia, Dijamin Ketagihan dengan Kelezatannya

Hidangan khas Meksiko Terbaik Dengan Ciri Khas Pedasnya yang Lezat

Meksiko dikenal dengan kekayaan kulinernya yang penuh warna, berani, dan identik dengan cita rasa pedas yang menggoda. Perpaduan rempah-rempah khas, cabai dengan karakter kuat, serta bahan-bahan segar menjadikan setiap hidangan memiliki identitas rasa yang khas—intens, kompleks, dan menggugah selera.

Kuliner Meksiko bukan sekadar makanan, tetapi representasi budaya dan sejarah yang panjang. Dari pengaruh suku Aztek dan Maya hingga sentuhan Spanyol. Setiap sajian menyimpan cerita dan filosofi yang menjadikan pengalaman menyantapnya semakin berkesan. Melalui berbagai hidangan khasnya, Meksiko mengajak Anda menjelajahi sensasi rasa yang dinamis. Dari gurih, pedas, asam, hingga segar—yang siap membuat ketagihan sejak suapan pertama. Ini adalah kuliner yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menggugah rasa penasaran akan budaya di baliknya.

 

Burrito

Karena bentuknya yang mirip, burrito sering dijuluki sebagai “kebab versi Meksiko”. Namun, jika kebab Turki dikenal dengan isian yang beragam. Burrito justru menawarkan komposisi yang lebih sederhana namun tetap mengenyangkan. Dalam bahasa Spanyol, “burrito” berarti “keledai kecil”—nama unik untuk sajian yang kini mendunia.

Hidangan ini terdiri dari tortilla gandum panggang yang diisi daging, refried beans (pasta kacang khas Meksiko), dan terkadang dilengkapi nasi atau sayuran, sebelum digulung rapat. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik tersendiri. Bagi penggemar kebab, burrito layak dicoba sebagai alternatif yang tak kalah lezat dengan cita rasa khas Amerika Latin.

 

Taco

Tak ada hidangan yang lebih identik dengan Meksiko selain taco. Sajian sederhana ini telah menjadi simbol kuliner jalanan yang mendunia—mudah ditemukan di setiap sudut kota, mulai dari kios kaki lima hingga restoran bintang lima. Taco mencerminkan semangat kuliner Meksiko: cepat, segar, dan penuh rasa.

Taco terdiri dari tortilla jagung atau tepung yang dilipat, lalu diisi daging sapi, ayam, ikan, udang, atau sayuran. Isian biasanya disempurnakan dengan bawang, daun ketumbar, perasan jeruk nipis, dan salsa pedas khas. Di Meksiko sendiri, ragamnya sangat beragam—seperti taco al pastor dengan daging babi berbumbu achiote dan nanas. Atau taco de carne asada dengan daging sapi panggang beraroma asap. Kini taco telah menjadi bagian dari kuliner global, namun versi paling autentik tetap ditemukan di jalanan Meksiko—dimakan dengan tangan, tanpa formalitas, namun kaya cita rasa.

 

Enchilada

Jika Anda menyukai makanan khas Meksiko dengan saus melimpah dan aroma rempah yang kuat, maka enchilada wajib masuk daftar favorit Anda. Hidangan ini dibuat dari tortilla yang digulung dengan isian daging sapi, ayam, keju, atau bahkan sayuran panggang, lalu disiram saus cabai merah atau hijau yang kaya rasa.

Proses pembuatannya membutuhkan keahlian dan kesabaran—enchilada dipanggang setelah disiram saus, agar bumbu meresap sempurna ke dalam tortilla dan isiannya. Hasil akhirnya adalah sajian hangat dengan tekstur lembut, rasa gurih-pedas yang seimbang, dan aroma yang menggoda. Biasanya disajikan dengan keju leleh, potongan daun ketumbar, dan krim asam sebagai penyeimbang rasa. Kini, enchilada tak hanya populer di Meksiko, tapi juga telah menjadi menu andalan di berbagai restoran internasional, bahkan di restoran bintang lima di Eropa.

BACA JUGA: Makanan Khas Indonesia Yang Kini Sudah Mendunia Bahkan Menjadi Salah Satu Makanan Terenak!

Jenis Steak Terbaik yang Wajib Kamu Cobain Setidaknya Sekali!

Steak bukan sekadar potongan daging yang dipanggang, melainkan sebuah pengalaman rasa yang memikat sejak gigitan pertama. Setiap jenis steak memiliki karakteristik tersendiri—mulai dari tekstur, kadar lemak.  Hingga aroma khas yang terbentuk dari teknik pemanggangan yang tepat. Tak heran jika bagi pencinta daging, hidangan ini adalah sajian yang terus dicari untuk dinikmati berulang kali.

Dari potongan klasik seperti ribeye dan sirloin. Hingga pilihan mewah seperti wagyu dan tomahawk, masing-masing menghadirkan sensasi berbeda yang tak kalah menggoda. Daftar jenis steak terbaik ini layak kamu coba setidaknya sekali dalam hidup. Siapa tahu, salah satunya akan menjadi favorit barumu—yang selalu kamu rindukan di setiap kesempatan bersantap.

 

Tenderloin

Tenderloin dikenal sebagai salah satu bagian daging sapi paling empuk, dan karena itu, harganya pun cenderung lebih tinggi. Namun, teksturnya yang lembut dan bebas serat membuatnya sangat layak untuk dinikmati, terutama bagi pencinta steak premium. Potongan ini berasal dari bagian dalam belakang sapi dan sering menjadi dasar dari beberapa jenis steak populer, seperti T-Bone dan filet mignon.

Filet mignon sendiri merupakan bagian paling langka dan mahal dari tenderloin, terkenal karena kelembutannya yang luar biasa. Bagi kamu yang mengutamakan tekstur, wagyu tenderloin adalah pilihan ideal—minim lemak, tapi tetap juicy dan sangat empuk. Karena karakteristiknya yang halus, potongan ini paling cocok diolah dengan quick grill. Lalu diselesaikan di oven untuk menjaga kelembutan dan kelezatan alaminya.

 

Rib Eye

Jenis potongan steak pertama yang wajib kamu kenali adalah rib eye—potongan daging dari area tulang rusuk sapi yang juga dikenal dengan nama spinalis dorsi. Salah satu keistimewaan rib eye adalah adanya bagian tulang yang membuat lemak menempel sempurna, menghasilkan rasa dan aroma yang begitu kaya.

Tak heran jika banyak pencinta steak menganggap rib eye sebagai potongan paling juicy dan flavorful. Marbling-nya pun terkenal memikat—lemak tersebar merata dalam daging, menciptakan tekstur lembut dan rasa gurih yang nyaris tak tertandingi oleh potongan lainnya.

 

Sirloin

Sirloin adalah salah satu jenis potongan steak yang paling populer, diambil dari bagian belakang sapi. Tepatnya di antara tulang rusuk dan area bokong. Potongan ini dikenal memiliki kadar lemak yang lebih rendah namun tinggi protein, menjadikannya pilihan tepat bagi kamu yang ingin tetap menikmati steak saat sedang menjaga asupan lemak.

Teksturnya menghadirkan perpaduan antara daging yang lembut dan sedikit lemak yang memberikan sensasi kenyal saat dikunyah. Tak heran jika banyak penggemar steak menyukai karakter sirloin yang seimbang. Untuk versi yang lebih empuk dan juicy, kamu bisa memilih top sirloin, yang menawarkan pengalaman makan steak tinggi protein tanpa mengorbankan kelembutan.

BACA JUGA: Hidangan khas Meksiko Terbaik Dengan Ciri Khas Pedasnya yang Lezat

Rekomendasi Restoran Steak Terbaik yang Ada di Jakarta

Bagi pencinta daging sejati, menyantap steak berkualitas dengan tingkat kematangan yang sempurna adalah bentuk kepuasan yang sulit ditandingi. Tak hanya soal rasa, steak yang baik menghadirkan perpaduan harmonis antara potongan daging pilihan. Teknik pemanggangan yang presisi, dan penyajian yang menggugah selera.

Sebagai kota metropolitan dengan ragam kuliner kelas atas, Jakarta menawarkan banyak restoran steak premium. Mulai dari tempat bergaya klasik yang elegan hingga restoran modern dengan sentuhan internasional. Rekomendasi restoran steak terbaik di Jakarta ini akan membantu Anda menemukan destinasi sempurna. Untuk menikmati sajian daging yang memanjakan lidah, sekaligus menghadirkan pengalaman bersantap yang berkelas.

 

Meatguy Steakhouse

Meatguy Steakhouse adalah restoran steak premium di Jakarta yang diprakarsai oleh Dimas (@dimsthemeatguy), sosok viral di media sosial. Mengusung konsep experience dining ala New York, restoran ini menyuguhkan suasana industrial dengan cahaya temaram yang hangat. Ciri khasnya adalah sajian steak porsi besar untuk dinikmati bersama, menjadikannya tempat ideal untuk makan bareng teman atau keluarga.

Steak di Meatguy terkenal dengan crust sempurna dan tekstur juicy, berkat teknik pembakaran menggunakan arang dan kayu. Dimas sendiri kerap hadir menyapa tamu dengan atraksi memasak sekaligus edukasi seputar steak. Menu andalan mereka, The Hanging Tomahawk dari Australian Wagyu Full Blood MB 6–7. Menawarkan aroma asap kuat dengan sentuhan manis dari kayu. Untuk rasa terbaik, nikmati dengan tingkat kematangan medium rare.

 

Cutt and Grill Senopati

Ingin menikmati steak berkualitas dengan harga lebih terjangkau? Coba kunjungi Cutt and Grill Senopati di kawasan Kebayoran Baru. Restoran ini menyajikan steak dari daging lokal berkualitas tinggi, membuktikan bahwa daging Indonesia mampu bersaing dengan daging impor—baik dari segi rasa maupun tekstur.

Menariknya, restoran ini juga menawarkan secondary cuts yang masih jarang ditemukan di Indonesia. Bagi pencinta wagyu, kamu bisa mencoba versi lokal dari Pulau Sumatra, hasil peternakan yang memberi pakan nanas kepada sapi—menciptakan rasa unik dan kualitas daging yang khas. Pengalaman kuliner yang bikin penasaran dan patut dicoba!

 

Wolfgang’s Steakhouse

Wolfgang’s Steakhouse, restoran steak mewah asal Amerika Serikat, kini hadir di SCBD, Jakarta Selatan sebagai cabang ke-25 di dunia dan yang pertama menggunakan daging halal. Dikenal sebagai steakhouse kelas atas, restoran ini menyajikan daging premium yang telah melalui proses dry aging, menghasilkan tekstur lebih empuk dan rasa yang khas.

Menu andalannya mencakup ribeye steak, prime NY sirloin, tomahawk, hingga steak au poivre, yang bisa dinikmati bersama german potatoes, sautéed mushrooms, atau truffle fries. Sebagai penutup, cobalah pecan pie mereka yang renyah dan tidak terlalu manis, disajikan dengan whipped cream yang lembut—penutup sempurna untuk pengalaman bersantap elegan.

BACA JUGA: Jenis Steak Terbaik yang Wajib Kamu Cobain Setidaknya Sekali!

Hidangan Seafood Terbaik Di Dunia, Dijamin Ketagihan dengan Kelezatannya

Laut menyimpan kekayaan rasa yang luar biasa, dan dari sanalah lahir berbagai hidangan seafood terbaik di dunia yang mampu memanjakan lidah siapa pun. Dari olahan sederhana yang menonjolkan kesegaran alami bahan, hingga sajian mewah dengan cita rasa khas dari berbagai negara, setiap hidangan laut menawarkan pengalaman rasa yang istimewa dan sulit dilupakan.

Tak heran jika kuliner berbasis seafood menjadi favorit banyak orang. Kombinasi rasa gurih, tekstur segar, dan teknik pengolahan khas menjadikan hidangan-hidangan ini tak hanya menggugah selera, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam sejak suapan pertama—membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya lagi.

 

Kaisendon

Kaisendon adalah hidangan khas Jepang berupa semangkuk nasi putih polos yang disajikan dengan aneka makanan laut segar di atasnya. Sekilas mirip dengan chirashizushi, namun berbeda dari segi rasa dan penyajian. Meski nasi yang digunakan tidak dibumbui, rasa gurih alami dari seafood segar menjadikan hidangan ini sangat istimewa—sebuah pengalaman kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jepang.

Menurut Global Business Network INC, kaisendon umumnya disajikan dengan saus khusus. Jika tidak tersedia, shoyu (kecap asin Jepang) atau tsuyu (saus berbahan dasar kecap dan kaldu) bisa menjadi alternatif. Shoyu menghadirkan rasa gurih asin, sementara tsuyu memberikan sentuhan manis yang ringan. Menikmati kaisendon juga ada caranya—agar rasa alami seafood tetap maksimal.

Pertama, hindari langsung menuangkan saus ke seluruh mangkuk, karena dapat menutupi cita rasa segar dari potongan lautannya. Kedua, oleskan wasabi langsung di atas masing-masing potongan ikan, bukan dicampur ke dalam saus. Terakhir, jangan mengaduk isi mangkuk, agar keindahan visual dan tekstur seafood tetap terjaga hingga suapan terakhir.

 

Gambas al ajillo 

Spanyol dikenal dengan kekayaan kuliner lautnya yang menggugah selera, dan salah satu hidangan yang patut dicoba adalah Gambas al Ajillo. Hidangan ini berbahan dasar udang yang ditumis cepat dalam minyak zaitun panas, lalu dipadukan dengan bawang putih cincang, jus lemon segar, dan bubuk paprika yang memberi sentuhan pedas dan aroma khas.

Gambas al Ajillo umumnya disajikan sebagai tapas—makanan ringan khas Spanyol—dan dinikmati bersama potongan roti keras di sampingnya. Roti berfungsi menyerap minyak dan bumbu gurih dari wajan, menjadikan setiap suapan penuh cita rasa yang sederhana namun memikat.

 

Pempek

Inilah perwakilan seafood Indonesia. Makanan khas Palembang ini terbuat dari daging ikan giling dan tepung tapioka. Menurut cerita masyarakat, pempek berasal dari kebosanan seorang warga renta mencicipi ikan goreng atau panggang. Dia pun berinisiatif menciptakan cara baru, dengan menggiling daging ikan, mencampurnya dengan tepung tapioka, dan digoreng. Alhasil terciptalah camilan yang renyah dan lezat.

Dia kemudian menggunakan sepedanya untuk berkeliling kota dan menjual makanan inovasinya itu  kepada warga Palembang. Dalam perkembangannya, pempek diakui sebagai camilan yang patut dipuji, dan saat ini dianggap sebagai hidangan lezat tradisional Indonesia. Popularitas pempek pun tak terbendung. Makanan ini dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia. 

BACA JUGA: Rekomendasi Restoran Steak Terbaik yang Ada di Jakarta

Hidangan Khas Italia yang Wajib Anda Coba Dijamin Ketagihan

Italia bukan hanya memikat lewat sejarah dan karya seninya. Tetapi juga lewat warisan kulinernya yang menggoda selera sejak suapan pertama. Dari pasta lembut yang dimasak al dente, pizza dengan adonan autentik yang renyah di luar dan lembut di dalam. Hingga saus khas yang kaya rasa dan aroma—setiap hidangan Italia membawa cerita dan kehangatan.

Tak heran, masakan Italia menjadi favorit banyak orang di seluruh dunia. Hidangan-hidangan klasik yang wajib Anda coba ini bukan hanya lezat. Tetapi juga meninggalkan kesan mendalam—membuat siapa pun ingin kembali menikmatinya lagi dan lagi.

 

Risotto

Tak hanya identik dengan pasta, kuliner Italia juga menghadirkan hidangan berbahan dasar nasi yang tak kalah menggoda—risotto. Hidangan ini dimasak perlahan dengan kaldu, bawang, anggur putih, dan aneka bahan tambahan seperti jamur, udang. Atau keju, menghasilkan tekstur creamy yang khas dan rasa yang kaya.

Lebih dari sekadar makanan, risotto adalah bagian penting dari tradisi kuliner Italia. Dulu, risotto merupakan hidangan mewah yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan. Namun kini, ia telah menjadi menu favorit dalam berbagai perayaan seperti Natal, pernikahan, hingga ulang tahun—menyatukan cita rasa klasik dan kehangatan dalam setiap suapan.

 

Lasagna

Selanjutnya, ada lasagna—salah satu hidangan khas Italia yang paling ikonik dan dikenal luas di seluruh dunia. Hidangan ini terdiri dari lapisan pasta yang ditumpuk dengan saus daging kaya rempah, saus béchamel yang creamy, serta keju leleh yang meleleh sempurna di setiap gigitan, menciptakan kombinasi rasa yang gurih, lembut, dan sangat memuaskan.

Lasagna dikenal sebagai comfort food yang mengenyangkan dan dicintai banyak orang dari berbagai usia. Selain versi klasik dengan ragù, terdapat juga variasi regional seperti Lasagna alla Napoletana yang menggunakan bakso kecil dan keju ricotta. Memberikan sentuhan rasa yang berbeda. Saat menjelajahi Italia, lasagna adalah salah satu hidangan yang wajib dicicipi untuk menikmati kelezatan autentik khas dapur Italia yang kaya tradisi.

 

Braciole

Braciole adalah salah satu hidangan klasik Italia berbentuk roulade—daging yang digulung dengan isian khas—dan menjadi sajian istimewa dalam berbagai pertemuan keluarga. Hidangan ini tak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa kehangatan dan tradisi dalam setiap potongannya.

Untuk versi yang lebih comforting, braciole biasanya dibuat dari daging sapi bagian paha yang diisi dengan prosciutto, panko, kacang pinus, serta campuran keju Parmesan dan Pecorino. Setelah digulung rapat, daging ini dipanggang dalam saus tomat beraroma bawang putih, menciptakan perpaduan rasa yang kaya, gurih, dan sangat memuaskan.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Makan Yang Menyajikan Hidangan Ramen Terbaik di Dunia