Bandung tak hanya dikenal karena udara sejuk dan kreativitas warganya. Tetapi juga lewat deretan jajanan legendaris yang melekat kuat dalam ingatan—salah satunya adalah batagor. Di balik teksturnya yang renyah dan saus kacang yang gurih dan khas. Tersembunyi kisah menarik tentang bagaimana camilan sederhana ini lahir dari ide kreatif di tengah keterbatasan. Lalu perlahan menjelma menjadi ikon kuliner Kota Kembang.

Sejarah awal batagor adalah cerita tentang inovasi dan adaptasi, ketika seorang penjual mencoba mengolah tahu isi ala dim sum dengan cara digoreng, lalu disajikan dengan saus kacang yang familiar di lidah masyarakat Sunda. Dari eksperimen sederhana inilah lahir sebuah rasa yang akhirnya dicintai lintas generasi, menjadikan batagor bukan sekadar makanan kaki lima, tapi juga bagian dari identitas budaya kuliner Bandung.

 

Awal Mula Batagor

Batagor merupakan camilan khas Bandung yang sangat populer, bahkan pernah dinobatkan sebagai jajanan terlezat se-Asia pada tahun 2021. Keberadaannya diperkirakan mulai muncul pada era 1970-an, dan tidak lepas dari kisah perjuangan seorang pedagang bakso tahu bernama Isan. Setelah mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di Bandung, Isan memutuskan untuk berjualan bakso tahu keliling dari rumah kontrakannya. Sebagai pedagang keliling, ia kerap menghadapi kendala saat dagangannya tidak habis terjual. Untuk menghindari pemborosan, ia mencoba menggoreng sisa bakso tahu kukus hingga berwarna kecokelatan dan menyajikannya dengan saus kacang yang gurih.

Hasil eksperimen tersebut ternyata menghasilkan tekstur unik—renyah di luar namun tetap kenyal di dalam, dengan aroma ikan tenggiri yang khas. Isan kemudian membagikan bakso goreng racikannya itu secara gratis kepada tetangganya selama beberapa waktu. Tak disangka, banyak yang menyukainya dan mulai meminta untuk membelinya. Melihat antusiasme tersebut, Isan pun mulai menjual batagor bersama dengan bakso tahu kukus yang biasa ia jajakan.

Popularitas batagor pun perlahan melampaui bakso tahunya. Pada tahun 1968, Isan mulai secara khusus memproduksi dan memasarkan batagor. Awalnya, proses memasaknya dilakukan dalam dua tahap: dikukus terlebih dahulu, kemudian digoreng. Namun seiring waktu, Isan mulai menggoreng adonan mentah secara langsung, menambahkan lebih banyak ikan tenggiri untuk memperkuat rasa, serta melengkapi sajiannya dengan sambal kacang yang khas. Dari ide sederhana dan keinginan untuk menghindari pemborosan, lahirlah sebuah jajanan legendaris yang kini menjadi ikon kuliner Kota Bandung dan dicintai lintas generasi.

 

Batagor Di Masa Sekarang

Di era modern ini, batagor tidak lagi sekadar makanan kaki lima. Kini, camilan khas Bandung tersebut telah berkembang menjadi menu andalan di berbagai restoran dan kafe. Popularitasnya yang terus meningkat membuat banyak pengusaha kuliner menghadirkan batagor dalam versi yang lebih kreatif dan inovatif.

Beragam variasi pun mulai bermunculan—mulai dari batagor kuah yang hangat, batagor bakar dengan cita rasa smoky, hingga batagor yang dipadukan dengan aneka jamur untuk menambah tekstur dan kelezatan. Inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa batagor mampu beradaptasi dengan selera zaman, tanpa kehilangan identitas khasnya sebagai jajanan legendaris dari Kota Kembang.

BACA JUGA: Hidangan Khas Pontianak yang Mengandung Kuliner Chinese