
Sudah puas keliling tempat makan populer, tapi masih penasaran dengan cita rasa lokal yang asli dan belum terjamah turis? Kalau iya, kamu nggak sendirian nih! Di balik deretan restoran hits yang dipenuhi wisatawan, tersembunyi sejumlah tempat makan favorit warga lokal. Tempat-tempat yang menyuguhkan rasa autentik dan pengalaman kuliner yang sebenarnya. Sayangnya, spot-spot ini sering luput dari radar para pelancong.
Nah, melalui artikel ini, kamu akan diajak menjelajahi rekomendasi kuliner khas pilihan warga lokal: mulai dari warung legendaris dengan resep turun-temurun, hingga kafe kekinian yang baru buka tapi langsung jadi tempat nongkrong andalan penduduk setempat.
Nasi Uduk Kebon Kacang
Nasi uduk adalah salah satu kuliner khas Jakarta yang paling digemari. Salah satu tempat legendaris untuk menikmatinya adalah Nasi Uduk Kebon Kacang. Yang sudah dikenal luas akan cita rasa autentik dan konsistensinya selama bertahun-tahun.
Nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah pilihan ini disajikan bersama beragam lauk. Seperti ayam goreng renyah, tahu, tempe, bihun, serta sambal pedas yang menggugah selera. Kombinasi rasa yang kaya dan aroma yang harum menjadikan seporsi nasi uduk di sini sulit dilupakan.
Menjelang malam, kawasan Kebon Kacang mulai dipadati pengunjung dan dipenuhi aroma masakan yang khas, menciptakan suasana kuliner malam Jakarta yang hangat dan meriah. Jika kamu mencari cita rasa lokal yang otentik, Nasi Uduk Kebon Kacang adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Ibu Kota.
Gultik Blok M
Gultik, singkatan dari “gulai tikungan,” adalah salah satu kuliner kaki lima ikonik yang berasal dari kawasan Blok M, Jakarta. Sesuai namanya, jajanan ini banyak ditemukan di tikungan jalan. Terutama saat malam hari, dan dikenal sebagai pilihan makanan murah meriah dengan rasa yang menggoda. Salah satu spot yang paling direkomendasikan adalah Gultik Blok M di Jalan Barito I No. 19/4, hanya sekitar 2,7 km dari Veranda Hotel Pakubuwono. Lokasinya yang strategis dan suasananya yang khas menjadikannya favorit warga lokal maupun wisatawan.
Satu porsi gultik terdiri dari nasi putih hangat yang disiram kuah gulai sapi kental dan gurih, lengkap dengan potongan daging sapi yang empuk. Yang menarik, hidangan ini dijual mulai dari Rp10.000-an saja — cocok untuk kamu yang ingin makan enak tanpa menguras dompet. Rasanya yang lezat dan atmosfer jalanan Jakarta yang hidup menjadikan gultik sebagai pengalaman kuliner yang wajib dicoba, terutama saat malam hari.
Bubur Ayam Barito H. Agus
Kalau biasanya bubur ayam identik dengan menu sarapan, Bubur Ayam Barito H. Agus justru hadir di sore hingga malam hari, mulai pukul 16.30 hingga 23.30 WIB. Bubur ini terkenal dengan teksturnya yang kental dan topping unik berupa cheese stick. Inovasi yang sudah menjadi ciri khas sejak dulu dan belum tergantikan. Dalam satu porsinya, bubur disajikan lengkap dengan suwiran ayam, kacang, cakwe, serta tambahan bumbu yang memperkaya rasa.
Lokasinya berada di Jalan Gandaria Tengah III, Kebayoran Baru, hanya sekitar 2,4 km dari Veranda Hotel Pakubuwono — cocok untuk kamu yang ingin mencicipi bubur legendaris Jakarta di luar jam sarapan.
BACA JUGA: Restoran dengan Menu Internasional Terbaik di Jakarta yang Wajib Kamu Cobain
Leave a Reply