Banyak dari kita mungkin merasa ragu saat pertama kali mencicipi ikan mentah. Namun, bagi masyarakat lokal Jepang, hidangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya mereka. Dari sushi hingga sashimi, ikan mentah bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan sejarah dan filosofi yang telah berkembang selama berabad-abad. Lalu, mengapa ikan mentah begitu digemari di Jepang? Dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara rinci!

 

Sejarah Singkatnya

Menurut Japan Yugen, washoku adalah istilah untuk masakan tradisional Jepang. Termasuk hidangan berbahan dasar ikan mentah seperti sushi dan sashimi. Pada Desember 2013, washoku resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Tradisi mengonsumsi ikan mentah di Jepang sudah ada sejak Zaman Jomon, sekitar 4.000–5.000 tahun lalu. Ikan hasil tangkapan lokal dari perairan pesisir yang telah lama menjadi bagian penting dalam kuliner mereka.

Masuknya agama Buddha pada abad ke-7 hingga ke-8 membawa pengaruh besar. Karena ajaran Buddha melarang membunuh hewan, masyarakat Jepang mulai menghindari daging dan beralih ke pola makan pescatarian. Bahkan sebelum itu, penganut Shinto juga menganggap daging najis, sehingga konsumsi daging memang sudah dibatasi sejak lama sekali.

Kebiasaan menyantap ikan mentah mulai berkembang pesat pada Zaman Edo (1603–1868) dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Jepang. Meski daging merah kini lebih diterima, tradisi makan ikan mentah tetap hidup dan dihargai sebagai warisan budaya khas mereka.

 

Pengaruh Geografis

Salah satu alasan masyarakat Jepang terbiasa makan ikan mentah adalah karena letak geografisnya yang dikelilingi laut. Ikan segar sangat mudah diperoleh, dan karena kualitasnya tinggi, aman dikonsumsi tanpa dimasak jika ditangani dengan benar. Inilah mengapa pasar ikan segar berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Jepang.

Selain itu, iklim Jepang lebih cocok untuk budidaya padi daripada peternakan. Tanahnya subur dan cuacanya mendukung pertanian, sementara peternakan tidak berkembang pesat karena keterbatasan lahan dan sumber daya. Akibatnya, daging sulit diakses dan ikan menjadi sumber protein utama bagi masyarakat.

Kondisi-kondisi ini, ditambah pengaruh budaya dan agama, membuat konsumsi ikan—termasuk dalam keadaan mentah—semakin umum. Dari sinilah lahir beragam hidangan khas Jepang seperti sushi dan sashimi, yang kini dikenal dan dinikmati di seluruh dunia.

BACA JUGA: Makanan Dunia yang Lagi Viral Saat Ini, Sudah Anda Coba Semua?