Di balik sebuah aroma yang tajam dan rasa yang tak biasa. Makanan fermentasi ini menyimpan sebuah kisah budaya, tradisi, dan juga kearifan lokal dari berbagai penjuru dunia. Walaupun proses fermentasi ini terlihat sangat sederhana. Tetapi menghasilkan sebuah cita rasa khas yang bukan hanya unik tapi juga sering menjadi identitas kuliner suatu daerah. Mulai dari yang memiliki rasa asam, gurih, hingga yang menantang lidah. Makanan fermentasi ini telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat lokal. Penasaran bukan, tenang saja dalam kesempatan kali ini saya akan membahas Makanan Fermentasi yang Unik dari Berbagai Budaya Di Dunia.

 

Kombucha

Kombucha adalah minuman fermentasi berbasis teh yang berasal dari Asia Timur, khususnya Tiongkok, dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Eropa melalui Rusia pada awal abad ke-20. Dikenal sebagai “teh jamur”, kombucha dibuat dari larutan teh hitam atau hijau yang diseduh, dicampur gula, lalu difermentasi menggunakan SCOBY—kultur simbiotik bakteri dan ragi.

Proses fermentasinya ini berlangsung antara 8 hingga 12 hari, menghasilkan minuman yang sedikit berbuih, dengan rasa khas perpaduan manis dan asam. Semakin lama difermentasi, kadar gula dalam kombucha akan berkurang, dan cita rasanya pun berubah—dari segar seperti soda probiotik menjadi tajam menyerupai cuka. Menariknya, ada penikmat yang justru menyukai rasa kombucha versi fermentasi lama ini.

Selain menyegarkan, kombucha juga dipercaya memberikan berbagai manfaat kesehatan. Kandungan probiotiknya mendukung kesehatan saluran pencernaan, sementara antioksidan dari teh dan sedikit kandungan kafeinnya menjadikannya alternatif minuman sehat yang digemari banyak orang. Karena melalui fermentasi, kombucha mengandung sedikit alkohol—umumnya di bawah 0,5% per sajian.

 

Sourdough

Untuk yang makanan satu ini merupakan roti fermentasi yang melibatkan bakteri atau ragi yang terbentuk secara alami. Ini juga biasanya disebut dengan natural yeast, yang berasal dari Swiss di tahun 3700 SM. Namun asal usul dari fermentasi adonan ini kemungkinan berasal dari Mesir pada beberapa ribu rahun sebelumnya. Walaupun ini terlihat seperti roti biasanya tapi sourdough ini memiliki sedikit rasa asam sebagai hasil dari fermentasinya.

Keunikan dari sourdough ini terletak pada bagian dalam rotinya yang memiliki rongga dengan ukuran yang cukup besar dan variatif. Ini terjadi karena adanya sebuah mikro-organisme di saat membuatnya. Selain itu juga roti ini mempunyai tekstur lembut pada bagian dalamnya. Walupun bagian kulit luar roti ini terbilang keras, namun terasa renyah.

 

Tempe

Tempe adalah makanan khas Indonesia yang dibuat melalui fermentasi biji kedelai menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga membuat kedelai lebih mudah dicerna. Uniknya, tempe mengandung vitamin B12, nutrisi yang umumnya hanya ditemukan pada produk hewani, menjadikannya sumber nabati yang potensial, terutama bagi vegetarian.

Meski umumnya dibuat dari kedelai, tempe juga bisa menggunakan bahan lain seperti kacang kara, kecipir, atau kacang merah. Namun, tempe berbahan dasar kedelai tetap dianggap memiliki kualitas terbaik.

BACA JUGA: Rekomendasi Kuliner Latin yang Wajib Kalian Coba Jika Berkunjung ke Amerika Latin