Category: Uncategorized

Hidangan Khas Italia yang Wajib Anda Coba Dijamin Ketagihan

Italia bukan hanya memikat lewat sejarah dan karya seninya. Tetapi juga lewat warisan kulinernya yang menggoda selera sejak suapan pertama. Dari pasta lembut yang dimasak al dente, pizza dengan adonan autentik yang renyah di luar dan lembut di dalam. Hingga saus khas yang kaya rasa dan aroma—setiap hidangan Italia membawa cerita dan kehangatan.

Tak heran, masakan Italia menjadi favorit banyak orang di seluruh dunia. Hidangan-hidangan klasik yang wajib Anda coba ini bukan hanya lezat. Tetapi juga meninggalkan kesan mendalam—membuat siapa pun ingin kembali menikmatinya lagi dan lagi.

 

Risotto

Tak hanya identik dengan pasta, kuliner Italia juga menghadirkan hidangan berbahan dasar nasi yang tak kalah menggoda—risotto. Hidangan ini dimasak perlahan dengan kaldu, bawang, anggur putih, dan aneka bahan tambahan seperti jamur, udang. Atau keju, menghasilkan tekstur creamy yang khas dan rasa yang kaya.

Lebih dari sekadar makanan, risotto adalah bagian penting dari tradisi kuliner Italia. Dulu, risotto merupakan hidangan mewah yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan. Namun kini, ia telah menjadi menu favorit dalam berbagai perayaan seperti Natal, pernikahan, hingga ulang tahun—menyatukan cita rasa klasik dan kehangatan dalam setiap suapan.

 

Lasagna

Selanjutnya, ada lasagna—salah satu hidangan khas Italia yang paling ikonik dan dikenal luas di seluruh dunia. Hidangan ini terdiri dari lapisan pasta yang ditumpuk dengan saus daging kaya rempah, saus béchamel yang creamy, serta keju leleh yang meleleh sempurna di setiap gigitan, menciptakan kombinasi rasa yang gurih, lembut, dan sangat memuaskan.

Lasagna dikenal sebagai comfort food yang mengenyangkan dan dicintai banyak orang dari berbagai usia. Selain versi klasik dengan ragù, terdapat juga variasi regional seperti Lasagna alla Napoletana yang menggunakan bakso kecil dan keju ricotta. Memberikan sentuhan rasa yang berbeda. Saat menjelajahi Italia, lasagna adalah salah satu hidangan yang wajib dicicipi untuk menikmati kelezatan autentik khas dapur Italia yang kaya tradisi.

 

Braciole

Braciole adalah salah satu hidangan klasik Italia berbentuk roulade—daging yang digulung dengan isian khas—dan menjadi sajian istimewa dalam berbagai pertemuan keluarga. Hidangan ini tak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa kehangatan dan tradisi dalam setiap potongannya.

Untuk versi yang lebih comforting, braciole biasanya dibuat dari daging sapi bagian paha yang diisi dengan prosciutto, panko, kacang pinus, serta campuran keju Parmesan dan Pecorino. Setelah digulung rapat, daging ini dipanggang dalam saus tomat beraroma bawang putih, menciptakan perpaduan rasa yang kaya, gurih, dan sangat memuaskan.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Makan Yang Menyajikan Hidangan Ramen Terbaik di Dunia

Hidangan khas Jepang yang Setidaknya Anda Coba Sekali Seumur Hidup!

Jepang dikenal sebagai surga kuliner yang menyajikan lebih dari sekadar makanan lezat. Setiap hidangannya mengandung makna, tradisi, dan filosofi yang mendalam. Dari kesegaran bahan, keseimbangan rasa, hingga estetika penyajian. Setiap elemen dalam masakan Jepang menciptakan pengalaman bersantap yang menyentuh semua indera.

Mencicipi hidangan khas Jepang setidaknya sekali seumur hidup bukan hanya soal memenuhi selera, melainkan sebuah perjalanan rasa yang sarat cerita. Ini adalah pengalaman kuliner yang meninggalkan kesan mendalam. Perpaduan sempurna antara keahlian, budaya, dan rasa yang sulit dilupakan.

 

Sushi

Sushi adalah salah satu ikon kuliner Jepang yang menggabungkan nasi beras cuka dengan makanan laut segar. Meskipun kini berbagai bahan tambahan juga sering digunakan. Selain versi modern yang umum ditemukan, ada juga nare-zushi, jenis sushi fermentasi tradisional. Namun, dua jenis yang paling populer dan mudah dikenali adalah nigiri-zushi dan temaki-zushi.

Bagi yang kurang menyukai ikan mentah, tak perlu khawatir—pilihan seperti udang rebus, belut panggang, dan bahan matang lainnya tersedia di banyak restoran sushi. Sushi dapat ditemukan di seluruh penjuru Jepang, namun pengalaman terbaik biasanya didapatkan di restoran kelas atas seperti di kawasan Ginza atau di dekat pelabuhan perikanan yang menyajikan bahan super segar. Untuk opsi yang lebih terjangkau, cobalah kaitenzushi atau restoran sushi conveyor belt, di mana Anda bisa menikmati berbagai jenis sushi hanya dengan ¥100 per piring.

 

Ramen

Ramen adalah hidangan sup ikonik Jepang yang kini telah menjadi buah bibir di dunia kuliner global. Awalnya dibuat dengan kuah berbasis tulang ayam, ramen telah berevolusi menjadi sajian dengan beragam cita rasa. Menggunakan kaldu dari daging babi, sapi, hingga makanan laut yang kaya umami dan kompleks.

Rasa khas seperti shio (asin), shoyu (kecap), dan miso tetap menjadi favorit, namun varian modern seperti curry ramen juga mulai banyak digemari. Tak hanya itu, ada pula gaya penyajian unik bernama tsukemen, di mana mi dan sup disajikan secara terpisah—memberi pengalaman makan yang berbeda namun tetap otentik.

 

Gyudon

Gyudon adalah salah satu hidangan Jepang yang sederhana namun memikat—semangkuk nasi hangat yang diberi topping daging sapi yang dimasak gurih di atasnya. Dalam variasinya, beberapa restoran juga menyajikan donburi serupa dengan daging ayam atau babi, tergantung preferensi dan gaya memasak masing-masing.

Kepopuleran gyudon tak hanya terbatas di Jepang; kini, Anda bisa menikmatinya di berbagai negara di dunia. Beberapa tempat bahkan menambahkan telur kocok sebagai topping tambahan, menciptakan tekstur yang lebih lembut dan rasa yang semakin kaya.

BACA JUGA: Hidangan Khas Italia yang Wajib Anda Coba Dijamin Ketagihan

Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan Khas Jepang Terbaik di Jakarta

Sebagai kota metropolitan yang dinamis, Jakarta tak hanya menjadi titik temu berbagai budaya, tetapi juga surga kuliner yang menyajikan cita rasa dari seluruh penjuru dunia. Salah satu yang paling digemari adalah kuliner Jepang—dikenal dengan rasa autentik, presentasi yang menggoda, dan kualitas bahan yang prima.

Mulai dari ramen yang menghangatkan, sushi segar nan elegan, hingga wagyu premium yang meleleh di mulut, Jakarta menawarkan beragam pilihan restoran Jepang yang siap memanjakan lidah. Rekomendasi restoran-restoran terbaik ini hadir untuk membantu para pecinta kuliner menjelajahi pengalaman bersantap khas Jepang. Yang tak hanya lezat, tetapi juga meninggalkan kesan tak terlupakan.

 

Tatemukai Signature

Di kawasan Gunawarman, terdapat salah satu restoran Jepang termewah di Jakarta yang menghadirkan pengalaman fine dining Omakase kelas atas. Di sini, kamu akan disuguhkan perjalanan rasa yang eksklusif dalam balutan suasana elegan. Yang memadukan estetika modern dengan nuansa Jepang tradisional.

Sajian Omakase terdiri dari 11 menu istimewa yang diracik langsung oleh chef berpengalaman asal Jepang. Mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Salah satu bintang menunya adalah Toro—potongan tuna premium yang menjadi favorit banyak pengunjung. Setiap hidangan disajikan dengan presisi dan seni tinggi, menjadikan pengalaman makan di sini benar-benar tak terlupakan. Namun, untuk menikmati kemewahan ini, kamu perlu merogoh kocek cukup dalam: mulai dari Rp 2.200.000 per orang.

 

OKU Japanese Dining

Satu lagi destinasi Omakase mewah di Jakarta yang tak boleh dilewatkan: OKU Japanese Dining. Terletak di dalam hotel bintang lima Hotel Indonesia Kempinski, restoran ini menghadirkan pengalaman bersantap premium dengan cita rasa otentik khas Jepang.

Dikepalai oleh chef-chef berpengalaman, setiap hidangan yang disajikan dijamin berkelas dan memanjakan lidah. Di sini, kamu bisa menikmati sashimi segar. Dan berbagai hidangan khas Jepang lainnya yang disiapkan dengan teknik tinggi dan bahan berkualitas. Salah satu keunggulan OKU adalah penggunaan bahan-bahan terbaik. Termasuk ikan segar yang didatangkan langsung dari pasar ikan di Tokyo. Memastikan kesegaran dan rasa yang luar biasa dalam setiap sajian.

Menu Omakase di OKU terdiri dari 9 course—mulai dari appetizer hingga dessert—yang dikurasi dengan teliti untuk menghadirkan harmoni rasa yang sempurna. Tak hanya itu, tersedia juga pilihan menu spesial seperti Truffle Gyudon dan Wagyu Truffle Sandwich yang disajikan dengan truffle butter atau truffle mayo, memberikan sentuhan mewah pada setiap gigitan.

 

Restoran Kita

Berlokasi di lantai teratas Hotel Park Hyatt Jakarta, restoran Jepang kontemporer ini menghadirkan pengalaman fine dining mewah dengan panorama kota yang menakjubkan. Interiornya memadukan lantai kayu elegan, meja marmer, dan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana eksklusif dan hangat. Tempat yang sempurna untuk perayaan atau jamuan bisnis. Area makan utama dilengkapi dapur terbuka, memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung proses persiapan hidangan oleh para chef profesional.

Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari shabu-shabu, robatayaki, hingga teppanyaki. Sushi dan sashimi segar dikirim langsung dua kali seminggu dari Jepang. Sementara pilihan dagingnya mencakup daging sapi premium dari Jepang, Australia, dan AS. Koleksi minuman pun impresif, dengan wine dari berbagai belahan dunia serta beragam pilihan sake, shochu, dan koktail khas Jepang yang melengkapi pengalaman bersantap yang tak terlupakan.

BACA JUGA: Hidangan khas Jepang yang Setidaknya Anda Coba Sekali Seumur Hidup!

Sejarah Awal Mulanya Hidangan Mi Hadir secara Global

Pernahkah kita berpikir, bahwa semangkuk mi sederhana yang kita nikmati hari ini menyimpan sejarah panjang yang luar biasa? Dari dapur-dapur tradisional di Asia hingga menjadi sajian favorit di berbagai penjuru dunia. Mi telah menempuh perjalanan melintasi waktu, budaya, dan benua.

Sejarah kehadiran mi di panggung kuliner global bukan sekadar soal makanan—ini adalah kisah tentang pertemuan antarperadaban, jalur perdagangan kuno. Hingga inovasi manusia yang tak pernah berhenti bereksperimen. Tak heran, jika hari ini mi menjadi simbol kuliner lintas budaya yang menyatukan selera di meja makan dunia.

 

Awal Mula Mie

Mie ternyata telah hadir sejak sekitar 4.000 tahun lalu di Tiongkok. Penemuan arkeologis di Lajia, Provinsi Qinghai, mengungkapkan sebuah mangkuk berisi mi yang terbuat dari millet. Sejenis biji-bijian yang umum digunakan di Tiongkok kuno.

Meski sudah dikenal sejak ribuan tahun silam, mi baru mulai menembus pasar global ketika jalur perdagangan seperti Jalur Sutra membuka koneksi antarwilayah dan peradaban.

Dalam catatan sejarah, banyak yang mengaitkan penyebaran mi ke Eropa dengan kisah Marco Polo. Namun, para sejarawan mencatat bahwa pasta Italia sebenarnya sudah ada sebelum masa perjalanannya. Apa pun asal-usul pastinya, satu hal yang tak terbantahkan: hari ini, mi telah menjelma menjadi salah satu makanan paling populer dan dicintai di berbagai belahan dunia.

 

Berbagai Jenis Mie di Setiap Negara

Mi bukan sekadar makanan—di banyak negara, ia adalah simbol budaya dan tradisi kuliner yang terus hidup hingga kini. Setiap wilayah memiliki ciri khasnya sendiri, mencerminkan bahan lokal, teknik memasak. Dan nilai budaya yang melekat pada setiap mangkuk mi yang disajikan.

 

  • Tiongkok: Lamian, mi yang dibuat dengan tangan dan ditarik hingga lentur, menawarkan tekstur kenyal yang khas. Sementara itu, Mi Xian dari Yunnan berbahan dasar beras, bertekstur halus dan biasanya disajikan dalam kaldu ringan yang menyegarkan.

  • Jepang: Mi hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari ramen dengan kuah gurih yang kompleks, udon yang tebal dan kenyal, hingga soba dari tepung buckwheat yang dikenal menyehatkan. Mi di Jepang bukan hanya makanan, tapi juga bagian dari ritual dan musim, seperti soba yang disantap saat pergantian tahun.

  • Italia: Pasta adalah bentuk mi paling ikonik dari dunia Barat. Jenis seperti spaghetti, fettuccine, dan linguine disajikan dengan beragam saus, dari tomat hingga keju, menjadikannya makanan rumahan yang melekat erat dalam kehidupan sehari-hari orang Italia.

  • Korea Selatan: Ramyeon yang pedas dan penuh rasa adalah favorit banyak orang, sementara japchae—mi bening dari ubi jalar yang ditumis dengan sayur dan daging—biasanya hadir dalam perayaan dan acara keluarga, menambah nuansa istimewa di tiap sajian.

  • Vietnam: Pho adalah sajian mi beras yang disajikan dengan kaldu sapi atau ayam yang kaya rempah. Kombinasi rasa gurih, pedas, dan asam menjadikan pho sebagai ikon kuliner Vietnam yang mendunia dan menggugah selera siapa pun yang mencicipinya.

  • Indonesia: Dari Mie Ayam hingga Bakmi, mi sudah menjadi makanan yang sangat akrab di lidah masyarakat. Mi instan seperti Indomie bahkan telah melampaui batas geografis, dikenal luas di berbagai negara sebagai simbol kuliner praktis yang kaya rasa

BACA JUGA: Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan Khas Jepang Terbaik di Jakarta

Rekomendasi Tempat Makan Yang Menyajikan Hidangan Ramen Terbaik di Dunia

Siapa sih yang tidak kenal dengan hidangan mi yang satu ini, yap benar sekali ramen. Hidangan mi yang satu ini sudah sangat mendunia sekali hingga mendunia. Bukan hanya sekedar semangkuk mie saja, tetapi ramen ini adalah perpaduan antara seni memasak, tradisi jepang, dan eksplorasi rasa yang begitu kaya. Buat kamu yang saat ini menganggap ramen ini bukan hanya sekedar dari makanan. Menjelajahi berbagai spot ramen terbaik bisa menjadi pengalaman kuliner yang tidak bisa anda lupakan bukan. Berikut ini adalah berbagai deretan tempat makan ramen terbaik di dunia yang wajib masuk kedalam daftarn list kunjungan anda!

 

Menya Musashi

Jika anda merupakan pecinta chashu, makan anda wajib mencoba Menya Musashi ini. Kedai ramen yang satu ini sangat populer di Tokyo, dan sekarang telah berkembang dengan beberapa cabang kedai yang ada di seluruh dunia. Di lokasi Shinjuku ini, anda mungkin harus menunggu antrian yang begitu panjang untuk mendapatkan tempat duduk di kedainya. Dimana anda akan disajikan semangkuk besar yang berisi beberapa potongan daging babi yang tebal dan beraroma, mi tebal dan kenyal. Telur rebus setengah matang yang dimasak sempurna, dan kaldu kaya rasa dengan berbahan dasar daging babi, ayam, dan bonito.

Kedai ini sangat populer, sehingga anda dapat mencobanya bukan hanya di Tokyo saja tetapi anda bisa mencobanya. Di daerah Los Angles, Amerika Serikat, dan berbagai daerah lainnya di Asia.

 

Ichiran

Nahh untuk kedai ramen yang satu ini merupakan sebuah jaringan ramen yang sangat terkenal di Jepang. Berasal dari Fukuoka, dengan spesialis tonkotsu ramen, dikenal dengan rasa yang sangat autentik. Dengan pengalaman khasnya berupa makan di balik bilik solo yang memungkinkan anda untuk fokus penuh pada ramen tanpa gangguan.

Dan anda sebagai pelanggan juga dapat menyesuaikan ramen anda dengan sesuka hati. Seperti tingkat kekentalan kuah, tingkat kepedasan, kekenyalan mi, dan banyak lagi yang bisa anda kustomisasi. Oleh karena itulah kedai ramen Ichiran ini menjadi sebuah kedai ramen yang paling terkenal di Dunia.

 

Hakata Ikkousha

Hakata Ikkousha adalah salah satu jaringan ramen otentik asal Jepang yang membawa cita rasa khas Fukuoka ke berbagai kota besar di Indonesia—mulai dari Jakarta, Medan, Bandung, Bali, hingga Jogja. Dikenal dengan ramen tonkotsu (kaldu tulang babi) yang kaya rasa, Ikkousha menyajikan pengalaman bersantap ala Jepang dengan standar kualitas global.

 

Ciri khasnya terletak pada kuah putih kental hasil rebusan tulang babi selama berjam-jam. Menghasilkan tekstur creamy dan rasa gurih mendalam. Menu andalannya meliputi Original Ramen, Aburasoba (mie tanpa kuah dengan saus spesial). Hingga varian ramen halal berbahan dasar daging sapi di beberapa lokasi. Konsistensi rasa dan kualitas menjadikan Ikkousha favorit banyak pencinta ramen di Indonesia.

BACA JUGA: Sejarah Awal Mulanya Hidangan Mi Hadir secara Global

Makanan Vegetarian yang Paling Populer di Dunia

Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan lingkungan. Makanan vegetarian kini menjadi pilihan gaya hidup yang semakin populer di seluruh dunia. Tidak lagi dianggap membosankan, sajian vegetarian justru tampil memikat. Dengan rasa yang kaya, tampilan menarik, dan nilai budaya yang mendalam.

Dari Asia hingga Eropa, banyak hidangan vegetarian tradisional yang tak hanya lezat dan bergizi, tapi juga berhasil mencuri hati bahkan para pencinta daging. Penasaran apa saja? Yuk, intip deretan makanan vegetarian paling ikonik dan mendunia yang layak kamu coba!

 

Paneer Butter Masala

India memang dikenal sebagai surga bagi pencinta makanan vegetarian, dan Paneer Butter Masala adalah salah satu bintang utamanya. Hidangan ini bisa dibilang sebagai comfort food sejati yang langsung membuat jatuh cinta sejak suapan pertama.

Terbuat dari keju paneer yang lembut dan dimasak dalam saus kaya rasa berbahan dasar tomat, mentega, kacang mete, dan rempah-rempah khas India. Paneer Butter Masala menawarkan cita rasa gurih, creamy, dan sedikit manis yang memanjakan lidah. Meskipun berasal dari India Utara, popularitasnya telah menyebar ke seluruh negeri dan bahkan ke luar negeri. Menjadikannya salah satu kari vegetarian paling ikonik di dunia. Disajikan hangat dengan nasi basmati atau roti naan, hidangan ini selalu berhasil mencuri perhatian di meja makan.

 

Yemista

Yemista (atau Gemista) adalah salah satu hidangan vegetarian khas Yunani yang sederhana namun kaya rasa. Dalam bahasa Yunani, “yemista” berarti diisi, sesuai dengan cara pembuatannya: sayuran seperti tomat, paprika, terong, atau zucchini dikosongkan bagian dalamnya, lalu diisi dengan campuran nasi, bumbu, dan kadang-kadang kacang pinus atau kismis, sebelum dipanggang hingga harum dan lembut.

Hidangan ini biasanya disajikan hangat sebagai menu musim panas, sering ditemani kentang panggang dan sedikit minyak zaitun. Rasanya segar, gurih, dan mencerminkan kesederhanaan khas kuliner Mediterania—menjadikannya salah satu pilihan vegetarian yang lezat dan memuaskan.

 

Badrijani

Badrijani (atau Badrijani Nigvzit) adalah hidangan khas Georgia yang menggugah selera, terutama bagi pecinta sayuran. Makanan ini terbuat dari irisan tipis terong yang digoreng hingga lembut, lalu diolesi pasta kenari yang kaya rasa. Campuran pasta ini biasanya terdiri dari kenari tumbuk, bawang putih, ketumbar segar, cuka, dan rempah-rempah tradisional Georgia yang memberikan rasa khas dan aroma kuat.

Setelah diisi, terong digulung rapi dan sering kali dihias dengan biji delima di atasnya sebagai sentuhan akhir yang cantik dan menyegarkan. Perpaduan antara lembutnya terong dan gurihnya kenari menjadikan Badrijani sebagai salah satu hidangan vegetarian favorit di kawasan Kaukasus—lezat, bergizi, dan sarat tradisi.

BACA JUGA: Makanan Dunia yang Masuk Dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO

Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan India Terbaik di Jakarta

Jakarta, kota yang kaya akan ragam budaya, juga menjadi rumah bagi berbagai kuliner internasional yang menggoda selera. Bagi pecinta cita rasa rempah yang khas, masakan India menawarkan pengalaman kuliner yang kaya rasa dan aroma. Tak perlu jauh-jauh ke Delhi atau Mumbai—di Jakarta, kamu bisa menemukan beragam restoran India yang menyajikan hidangan autentik seperti kari, biryani, dan tandoori dengan cita rasa yang otentik.

Siapkan lidahmu untuk petualangan rasa yang berani dan berwarna! Berikut ini rekomendasi restoran India terbaik di Jakarta—mulai dari yang klasik hingga bergaya modern dan Instagrammable.

 

Queen’s Tandoor

Buat kamu yang belum familiar, Queen’s Tandoor adalah cabang dari restoran legendaris Queen’s of India, tapi dengan sentuhan yang lebih luas. Bedanya, Queen’s Tandoor nggak hanya menyajikan masakan India autentik. Tapi juga menyuguhkan Chinese dan fusion cuisine yang unik. Nggak heran restoran ini berkali-kali dinobatkan sebagai Best Indian Restaurant in Jakarta—karena rasa dan kualitasnya memang luar biasa.

Salah satu menu wajib coba adalah Moong Dal Kichdi, comfort food khas India berupa saffron rice dengan lentil, disajikan bersama pappadum, kentang goreng mini, dan okra. Kalau kamu pencinta daging, wajib pesan Raan E. Bahar, leg of lamb yang dimasak perlahan dengan bumbu kari kaya rempah. Mau yang lebih unik? Coba juga Queen’s Nasi Siram, soy fried rice yang disiram saus lada hitam—perpaduan cita rasa yang bikin ketagihan!

 

Little India

Little India adalah salah satu restoran India di Jakarta yang patut dikunjungi. Terutama bagi pecinta kuliner khas India dengan pilihan menu yang sangat lengkap. Di sini, kamu bisa menikmati berbagai hidangan populer seperti ayam kari, nasi mandhi, nasi briyani, roti naan, hingga dosa yang otentik dan kaya rempah.

Yang menarik, Little India juga dikenal dengan beragam menu vegetarian yang lezat—bahkan tersedia lebih dari belasan pilihan. Rasanya pun tak kalah nikmat dengan menu non-vegetarian. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati hidangan India yang sehat dan penuh cita rasa. Selain di Tanah Abang, restoran ini juga bisa kamu temukan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

 

D’ Bollywood

Restoran India di Jakarta memang banyak, tapi D’Bollywood jadi salah satu yang wajib kamu coba. Terletak di lokasi strategis dan memiliki ruang yang cukup luas. Restoran ini cocok untuk makan malam keluarga atau kumpul santai bareng komunitas.

Soal menu, masakan India di sini punya rasa autentik dan juara. Selain menyajikan hidangan klasik seperti kari dan biryani, mereka juga menawarkan kreasi unik seperti Tandoori & Kadhai Chicken Pizza—paduan menarik antara cita rasa India dan gaya western yang bikin penasaran. Kombinasi rempah dan topping ayam khas Bollywood dijamin memanjakan lidah!

BACA JUGA: Makanan Vegetarian yang Paling Populer di Dunia

Rekomendasi Restoran Italia Terbaik Yang ada Di Jakarta

Jakarta menawarkan beragam pilihan kuliner internasional, dan masakan Italia menjadi salah satu yang paling digemari. Dari pasta buatan tangan, pizza tipis ala Napoli, hingga hidangan Mediterania yang autentik, restoran Italia di ibu kota kini hadir dengan kualitas tinggi dan rasa yang otentik. Tak hanya soal cita rasa, banyak tempat juga menghadirkan nuansa khas Italia yang hangat dan elegan.

Cocok untuk makan malam romantis, pertemuan bisnis, hingga santapan santai bersama keluarga, restoran-restoran ini siap memberikan pengalaman bersantap yang berkesan. Bagi para pencinta kuliner Italia sejati, inilah rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi di Jakarta.

Bottega Ristorante

Jika kamu mencari pengalaman bersantap ala Italia dengan cita rasa otentik dan suasana elegan, Bottega Ristorante di kawasan SCBD adalah pilihan yang tepat. Restoran ini dikenal sebagai salah satu yang paling populer di Jakarta berkat interiornya yang mewah dan nuansa yang berkelas—yang tercermin pula dalam setiap hidangannya.

Beberapa menu andalan yang wajib dicoba antara lain homemade tagliatelle with beef bourguignon, truffle ravioli, lobster linguine, hingga mushroom & truffle risotto. Untuk pilihan makanan berat, tersedia juga lobster paella, steak frites, dan berbagai varian pizza seperti funghi, Margherita, hingga truffle mushroom. Lengkapi pengalamanmu dengan tiramisu, wine, cocktail, atau mocktail pilihan.

Mike Pizza

Siapa sih yang bisa menolak kelezatan pizza? Kalau kamu sedang ingin menikmati pizza otentik ala Italia, Mike Pizza di Kemang, Jakarta Selatan, patut kamu coba. Restoran ini mengusung gaya Neapolitan-style pizza dengan sentuhan inovatif dari Chef Michele Cuozzo, sang pemilik yang asli Italia. Pizza-nya dipanggang dengan kayu bakar, menghasilkan rasa autentik yang khas.

Untuk pembuka, kamu bisa mencicipi bruschetta—roti panggang renyah dengan tomat, basil, oregano, dan minyak zaitun yang segar. Sebagai menu andalan, Capricciosa jadi pilihan favorit, berisi daging, salami, pepperoni, zaitun, dan keju mozzarella yang lumer sempurna. Autentik dan pastinya bikin nagih!

Liberta

Sesuai namanya, Liberta—yang berarti “bebas” dalam bahasa Italia—restoran ini menghadirkan kebebasan dalam cita rasa. Berlokasi di Jakarta Pusat, Liberta menyajikan masakan Italia yang tak hanya klasik, tapi juga hasil kreasi modern yang unik, dengan penggunaan bahan-bahan tak biasa yang justru menciptakan rasa yang menggugah selera.

Beberapa menu andalannya yang patut dicoba antara lain Guanciale Fettuccine, Egg Yolk Lobster Linguine, dan Pizza Quattro Formaggi. Perpaduan rasa klasik dan inovatif menjadikan Liberta pilihan tepat bagi pencinta kuliner yang ingin mengeksplorasi rasa Italia dengan sentuhan berbeda.

BACA JUGA: Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Hidangan India Terbaik di Jakarta

Apa Sih Itu Umami? Rasa Ke-5 yang Mengubah Dunia Kuliner

Pernah mencicipi makanan yang rasanya begitu lezat dan “nendang”, tapi sulit dijelaskan karena bukan manis, asin, asam, atau pahit? Itulah umami—rasa kelima yang memberikan sensasi gurih, kaya, dan memuaskan. Pertama kali diidentifikasi oleh ilmuwan Jepang pada awal abad ke-20, umami berasal dari asam glutamat, yang secara alami ditemukan dalam bahan-bahan seperti tomat matang, jamur, keju tua, rumput laut, dan kaldu tulang. Rasa ini membuat makanan terasa lebih dalam dan kompleks.

Kini, umami bukan hanya bagian penting dari masakan Jepang atau Asia. Tetapi juga telah mengubah cara dunia memasak dan menikmati makanan, dari hidangan rumahan hingga restoran kelas dunia. Tidak heran jika umami dianggap sebagai rahasia di balik kelezatan sejati sebuah masakan.

Apa Itu Umami?

Umami adalah rasa dasar kelima selain manis, asam, asin, dan pahit. Rasa ini dikenal sebagai rasa gurih atau sedap yang memberikan sensasi kaya, mendalam, dan memuaskan di lidah. Istilah “umami” berasal dari bahasa Jepang, dan pertama kali diidentifikasi pada awal abad ke-20 oleh ilmuwan Jepang, Kikunae Ikeda, yang menemukan bahwa rasa tersebut berasal dari asam amino glutamat serta senyawa nukleotida seperti inosinat dan guanilat.

Umami sering ditemukan secara alami dalam makanan seperti kaldu, keju tua, tomat matang, rumput laut, kecap asin, dan daging yang dimasak perlahan. Rasa ini tidak hanya menambah kedalaman rasa pada makanan, tetapi juga mampu meningkatkan nafsu makan dan memperkuat rasa bahan makanan lain, menjadikannya elemen penting dalam berbagai tradisi kuliner di seluruh dunia.

Sejarah Singkat Umami

Dalam bahasa Jepang, umami berarti “rasa gurih yang enak”. Rasa ini diakui secara ilmiah sebagai rasa dasar kelima sejak Simposium Umami Internasional pada 1985. Umami memiliki reseptor khusus di lidah, dan tidak berasal dari gabungan rasa lain, menjadikannya rasa yang berdiri sendiri.

Glutamat, senyawa utama dalam umami, telah lama digunakan dalam kuliner global—mulai dari saus ikan fermentasi di Romawi kuno, kecap di Tiongkok, hingga saus berbasis biji di dunia Arab dan Bizantium. Saat ini, umami digunakan untuk memperkuat rasa tanpa menambah terlalu banyak garam.

Umami ditemukan dalam bahan-bahan seperti daging, kaldu, keju, tomat, rumput laut, miso, dan kecap ikan. Koki modern sering menciptakan hidangan kaya umami dengan kombinasi bahan seperti jamur, tiram, dan ham kering—tanpa perlu tambahan MSG. Contoh hidangan umami sederhana termasuk burger keju isi jamur, kari kepiting Thailand, atau kentang goreng truffle dengan parmesan.

BACA JUGA: Rekomendasi Restoran Italia Terbaik Yang ada Di Jakarta

Makanan Dunia yang Masuk Dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO

Makanan bukan hanya sekadar pemenuh kebutuhan hidup, melainkan juga refleksi sejarah, identitas, dan tradisi dari suatu bangsa. Di berbagai penjuru dunia, sejumlah tradisi kuliner telah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda karena nilai budaya, filosofi hidup, serta teknik memasaknya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dari ritual memasak yang sakral, teknik pengolahan khas, hingga tradisi makan bersama yang mempererat ikatan sosial. Setiap makanan membawa cerita tentang asal-usul, nilai, dan cara hidup suatu komunitas. Menjelajahi daftar kuliner yang diakui UNESCO sama dengan menyelami warisan peradaban yang hidup melalui rasa dan pengalaman. Setiap suapan bukan hanya soal rasa, tapi juga jejak sejarah dan kebudayaan yang terus dijaga lintas generasi.

Washoku

Washoku adalah istilah untuk kuliner tradisional Jepang yang menekankan keseimbangan rasa, kesehatan, dan kelezatan. Sejak tahun 2013, washoku telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Mencerminkan filosofi makan yang kaya nilai budaya dan spiritual.

Washoku menggabungkan lima rasa utama (manis, asin, asam, pahit, dan umami). Lima elemen alam (air, api, tanah, kayu, dan logam). Serta lima teknik memasak (mengukus, merebus, menggoreng, memanggang, dan menyajikan mentah). Setiap hidangan juga disesuaikan dengan musim, bahan lokal. Dan disajikan dengan estetika yang tinggi, menjadikan washoku bukan hanya makanan, tapi sebuah seni dan tradisi yang hidup.

Roti Baguette Prancis

Baguette bukan sekadar roti, melainkan simbol budaya Prancis yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak masa pemerintahan Raja Louis XIV di abad ke-18. Dipanggang segar setiap hari di toko roti tradisional atau boulangeries. Baguette hampir selalu hadir dalam setiap hidangan, dari sarapan hingga makan malam.

Baguette yang “sempurna” memiliki panjang sekitar 65 sentimeter dengan kulit luar yang renyah dan isi yang lembut. Uniknya, Baguette de Tradition Française hanya menggunakan empat bahan sederhana: tepung gandum, air, ragi, dan garam—tanpa tambahan bahan kimia atau pengawet.

Harissa

Harissa adalah pasta cabai pedas khas Afrika Utara, terutama dari Tunisia, yang dibuat dari cabai merah panggang, lada Baklouti, lada serrano, aneka rempah-rempah, dan herbal lokal. Campuran ini mencerminkan warisan kuliner yang mengikuti kalender pertanian tradisional di kawasan tersebut.

Tak hanya soal rasa, Harissa diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda karena mewakili pengetahuan, keterampilan, dan praktik kuliner serta sosial unik masyarakat Afrika Utara. Tak heran jika hidangan ini menarik minat banyak turis kuliner global setiap tahun, yang ingin mencicipi cita rasa autentik dari budaya yang kaya.

BACA JUGA: Apa Sih Itu Umami? Rasa Ke-5 yang Mengubah Dunia Kuliner