
Pernah mencicipi makanan yang rasanya begitu lezat dan “nendang”, tapi sulit dijelaskan karena bukan manis, asin, asam, atau pahit? Itulah umami—rasa kelima yang memberikan sensasi gurih, kaya, dan memuaskan. Pertama kali diidentifikasi oleh ilmuwan Jepang pada awal abad ke-20, umami berasal dari asam glutamat, yang secara alami ditemukan dalam bahan-bahan seperti tomat matang, jamur, keju tua, rumput laut, dan kaldu tulang. Rasa ini membuat makanan terasa lebih dalam dan kompleks.
Kini, umami bukan hanya bagian penting dari masakan Jepang atau Asia. Tetapi juga telah mengubah cara dunia memasak dan menikmati makanan, dari hidangan rumahan hingga restoran kelas dunia. Tidak heran jika umami dianggap sebagai rahasia di balik kelezatan sejati sebuah masakan.
Apa Itu Umami?
Umami adalah rasa dasar kelima selain manis, asam, asin, dan pahit. Rasa ini dikenal sebagai rasa gurih atau sedap yang memberikan sensasi kaya, mendalam, dan memuaskan di lidah. Istilah “umami” berasal dari bahasa Jepang, dan pertama kali diidentifikasi pada awal abad ke-20 oleh ilmuwan Jepang, Kikunae Ikeda, yang menemukan bahwa rasa tersebut berasal dari asam amino glutamat serta senyawa nukleotida seperti inosinat dan guanilat.
Umami sering ditemukan secara alami dalam makanan seperti kaldu, keju tua, tomat matang, rumput laut, kecap asin, dan daging yang dimasak perlahan. Rasa ini tidak hanya menambah kedalaman rasa pada makanan, tetapi juga mampu meningkatkan nafsu makan dan memperkuat rasa bahan makanan lain, menjadikannya elemen penting dalam berbagai tradisi kuliner di seluruh dunia.
Sejarah Singkat Umami
Dalam bahasa Jepang, umami berarti “rasa gurih yang enak”. Rasa ini diakui secara ilmiah sebagai rasa dasar kelima sejak Simposium Umami Internasional pada 1985. Umami memiliki reseptor khusus di lidah, dan tidak berasal dari gabungan rasa lain, menjadikannya rasa yang berdiri sendiri.
Glutamat, senyawa utama dalam umami, telah lama digunakan dalam kuliner global—mulai dari saus ikan fermentasi di Romawi kuno, kecap di Tiongkok, hingga saus berbasis biji di dunia Arab dan Bizantium. Saat ini, umami digunakan untuk memperkuat rasa tanpa menambah terlalu banyak garam.
Umami ditemukan dalam bahan-bahan seperti daging, kaldu, keju, tomat, rumput laut, miso, dan kecap ikan. Koki modern sering menciptakan hidangan kaya umami dengan kombinasi bahan seperti jamur, tiram, dan ham kering—tanpa perlu tambahan MSG. Contoh hidangan umami sederhana termasuk burger keju isi jamur, kari kepiting Thailand, atau kentang goreng truffle dengan parmesan.
BACA JUGA: Rekomendasi Restoran Italia Terbaik Yang ada Di Jakarta
Leave a Reply