Bagi sebagian orang, makanan jalanan adalah surga rasa yang murah dan menggoda. Namun, bagi yang lain, beberapa jenis street food justru terlihat ekstrem—baik dari bahan, tampilan, maupun cara penyajiannya—hingga bisa memunculkan rasa ngeri. Meski begitu, yang mengejutkan adalah: makanan-makanan inilah yang justru memiliki penggemar setia di berbagai belahan dunia.

Di balik wujudnya yang tak lazim, street food ekstrem menyimpan cita rasa unik, cerita budaya yang kuat, serta pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Rasa penasaran, sensasi mencoba hal baru, dan keaslian rasa lokal membuat banyak orang rela mengantre panjang hanya untuk mencicipinya. Berikut ini deretan makanan jalanan paling ekstrem—aneh di mata sebagian, tapi dicintai oleh banyak lainnya.

 

Fugu

Fugu, ikan beracun asal Jepang, termasuk salah satu makanan paling ekstrem di dunia. Di balik tampilannya yang sederhana, ikan ini mengandung racun mematikan yang dikabarkan mampu merenggut nyawa lebih dari 30 orang. Seram, bukan? Untuk menyiapkannya, para koki harus menjalani pelatihan khusus selama bertahun-tahun dan memiliki lisensi resmi. Sebab, jika tidak disajikan dengan benar, racun dalam fugu—yang dikenal sebagai tetrodotoxin—bisa lepas dan membahayakan nyawa.

Racun ini bekerja secara perlahan, menyebabkan rasa tidak enak badan, lalu menyerang sistem saraf dan jantung. Tanpa penanganan medis segera, risikonya bisa fatal. Meski berbahaya, fugu tetap menjadi favorit di Jepang karena sensasi unik dan rasa lembutnya yang khas. Berani mencoba?

 

Casu Marzu

Casu Marzu adalah keju tradisional asal Sardinia, Italia, yang terkenal karena kandungan larva lalat hidup di dalamnya—menjadikannya salah satu makanan paling ekstrem di dunia.

Dikenal sebagai simbol keberanian, Casu Marzu memiliki rasa tajam, pedas, dan kuat, dengan sensasi yang bisa bertahan selama berjam-jam di mulut. Meskipun telah dilarang di Uni Eropa karena alasan kesehatan, keju ini tetap menarik perhatian wisatawan. Banyak yang penasaran mencicipi keju unik ini demi merasakan pengalaman kuliner yang benar-benar di luar kebiasaan.

 

Ackee

Ackee adalah buah eksotis asal Jamaika yang terkenal karena bentuknya yang unik dan menawan. Namun di balik tampilannya yang menarik, buah ini menyimpan bahaya jika dikonsumsi sebelum benar-benar matang. Ackee hanya aman dimakan saat sudah masak sempurna. Tanda matangnya bisa dikenali ketika kelopaknya terbuka secara alami, menyerupai senyuman. Jika sudah seperti ini, barulah bagian dalamnya aman untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, jika dikonsumsi saat masih mentah, Ackee dapat menyebabkan keracunan serius. Gejalanya biasanya muncul cepat, seperti mual hebat dan muntah-muntah—bahkan bisa berujung fatal jika tidak ditangani dengan benar.Meski berbahaya bila disalahgunakan, Ackee tetap menjadi bagian penting dari kuliner Jamaika, terutama dalam hidangan nasional mereka: Ackee and Saltfish.

BACA JUGA: Mengulik Teknik Masak Tradisional yang Masih Bertahan Hingga Masa Kini