
Tak hanya memanjakan lidah, dessert juga menjadi medium ekspresi budaya dan estetika yang kaya dari berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki hidangan penutup khas yang memadukan rasa, tekstur, dan tampilan dengan cara yang unik—dari manis yang lembut hingga kaya rempah yang berani.
Lewat warna, bentuk, dan cita rasanya, dessert bukan sekadar penutup santapan, melainkan juga pengalaman visual dan emosional. Dalam satu sajian, terkandung kelezatan, tradisi, dan kreativitas yang menggugah semua indera. Inilah pesona dessert khas dari berbagai negara yang berhasil menyatukan rasa dan keindahan dalam harmoni yang mengesankan.
Mochi – Jepang
Mochi adalah kue beras khas Jepang yang dibuat dari mochigome—beras ketan japonica—ditambah air, gula, dan sedikit tepung jagung. Proses pembuatannya cukup unik: beras ketan ditumbuk hingga halus menjadi pasta, lalu dibentuk sesuai keinginan. Di Jepang, pembuatan mochi secara tradisional dilakukan dalam upacara khusus yang disebut Mochitsuki. Upacara ini bukan hanya soal memasak, tetapi juga melibatkan semangat kebersamaan dan nilai budaya yang tinggi.
Tak hanya menjadi camilan manis favorit sepanjang tahun, mochi juga memiliki peran penting dalam perayaan Tahun Baru Jepang. Pada momen ini, mochi dianggap sebagai makanan pembawa keberuntungan dan biasanya dikonsumsi dalam bentuk-bentuk khusus seperti kagami mochi. Dengan teksturnya yang kenyal dan rasa yang lembut, mochi bukan hanya memanjakan lidah. Tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang otentik dari negeri sakura.
Peanut Butter Pie – Alabama
Pai selai kacang adalah dessert khas Alabama yang populer di berbagai jenis restoran. Kepopulerannya berkaitan erat dengan status Alabama sebagai salah satu penghasil kacang tanah terbesar di AS, serta peran tokoh bersejarah George Washington Carver yang mengembangkan beragam inovasi dari kacang tanah.
Kota Brundidge bahkan menjadi rumah bagi salah satu produsen selai kacang pertama dan merayakannya lewat Festival Selai Kacang tahunan. Disajikan dalam berbagai versi—dengan kulit biskuit graham atau cokelat, isian lembut dari selai kacang dan krim, serta topping meringue atau saus cokelat—pai ini mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi lokal.
Cheesecake – Amerika Serikat
Kue bertekstur lembut dengan dasar biskuit ini telah lama menjadi ikon kuliner penutup di Amerika. Dikenal dengan nama cheesecake, dessert ini menghadirkan perpaduan sempurna antara krim keju yang halus dan dasar biskuit yang renyah.
Cheesecake tersedia dalam berbagai varian yang menggoda, mulai dari klasik New York-style yang padat dan kaya rasa, hingga kreasi modern dengan sentuhan buah tropis, cokelat, atau bahkan karamel asin. Kelezatan dan fleksibilitas rasanya membuat cheesecake digemari lintas usia dan budaya, menjadikannya sajian wajib di berbagai perayaan maupun sebagai camilan manis sehari-hari.
BACA JUGA: Rahasia Makanan Tradisional Afrika yang Jarang Orang Ketahui
Leave a Reply