
Kuliner bukan hanya soal rasa, tapi juga soal penyajian—yang terkadang bisa membuat kita tercengang! Di berbagai belahan dunia, ada menu-menu tradisional yang tak hanya unik dari segi bahan, tetapi juga dari cara penyajiannya. Ada yang digantung, dibungkus dengan teknik ekstrem, atau bahkan disajikan di wadah yang tak biasa. Bagi mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, pengalaman makan seperti ini bisa menjadi petualangan yang tak terlupakan. Mari kita telusuri tiga menu tradisional dari berbagai negara yang menyuguhkan kejutan tak terduga di atas meja makan!
Casu Marzu – Italia
Dijuluki sebagai “keju dengan cacing,” Casu Marzu adalah salah satu kuliner paling ekstrem di dunia, dan asalnya tak lain dari Sardinia, Italia. Terbuat dari susu domba yang sengaja dibiarkan membusuk, keju ini kemudian “dihidupkan” oleh larva lalat keju—yang justru berperan penting dalam proses fermentasinya. Hasilnya? Keju dengan tekstur super lembek dan aroma tajam yang tak mudah dilupakan.
Meskipun dilarang di banyak negara karena alasan keamanan pangan. Casu Marzu tetap diburu para pencinta kuliner ekstrem sebagai warisan tradisional yang unik. Biasanya disajikan bersama roti tipis dan segelas anggur lokal. Keju ini menawarkan pengalaman rasa yang benar-benar di luar kebiasaan—bagi yang cukup berani mencobanya!
Witchetty Grub – Australia
Larva besar asal Australia ini, yang dikenal dengan nama Witchetty Grub. Telah menjadi bagian dari makanan tradisional suku Aborigin selama ribuan tahun. Kaya akan protein, larva ini bisa disantap mentah atau dipanggang—dengan sensasi unik: bagian luarnya renyah saat dipanggang, sementara bagian dalamnya creamy, menyerupai telur orak-arik.
Lebih dari sekadar makanan, Witchetty Grub mencerminkan keterampilan bertahan hidup masyarakat Aborigin di lingkungan gurun yang keras, sekaligus membuktikan bahwa sumber gizi bisa datang dari tempat-tempat yang paling tak terduga.
1000 Tahun Telur – Tiongkok
Bayangkan saja sebuah telur yang sudah disimpan selama berbulan bulan dalam campuran tanah liat, abu, garam, kulit padi, dan kapur mentah. Bukan hanya busuk saja, tetapi telur ini sudah berubah menjadi sesuatu yang luar biasa. Inilah yang dikenal sebagai century egg atau telur seribu tahun, kuliner khas Tiongkok yang telah menarik perhatian penasaran diseluruh dunia. Telur ini bukan hanya memiliki visual yang unik, tetapi juga menawarkan cita rasa yang kompleks, gurih, tajam, dan sedikit asam.
BACA JUGA: Sejarah Bagaimana Tacos Menjadi Sebuah Simbol Budaya Meksiko
Leave a Reply